20151207081751207

RMOL. NPO Asian Green Forest Network (AGFN) Jepang dan Yayasan Bali Hijau Lestari (YBHL) bersama Pemerintah Provinsi Bali dan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Jepang mengadakan kegiatan penanaman pohon penghijauan dan reboisasi yang ketujuh kalinya. Terakhir tahun 2007 silam.

Peserta penanaman ini akan dihadiri oleh para relawan peduli lingkungan yang diantaranya berasal dari mahasiswa-mahasiswi (Stiba, Unud, Karuna Bali), kelompok pecinta alam Unud, Asia Pulp & Paper Group (APP), Bali Mori Kai, komunitas off roader, komunitas Honda CB, Palang Merah Indonesia, Rotary dan Rotaract di Bali, masyarakat setempat dan green team dari perusahaan dan kantor yang ada di Bali.

Ketua YBHL Gede Bayu Wiratama mengatakan, tahun ini kegiatan penanaman akan diikuti kurang lebih 300 peserta. Bibit yang ditanam merupakan hasil donasi dari berbagai kalangan masyarakat Bali yang dikoordinir oleh YBHL dan AGFN.

“Program ini bertujuan untuk memperbaiki area-area di Bali yang telah terdegradasi di masa lalu. Upaya yang kami lakukan agar generasi muda di masa depan tetap dapat menikmati lingkungan yang asri, nyaman dan terhindar dari bencana di masa depan.” paparnya dalam rilis pers.

Direktur Asia Pulp & Paper (APP), Suhendra Wiriadinata yang turut sebagai salah satu peserta menyebutkan, inisiatif AGFN dan YBHL dalam kegiatan penanaman pohon ini merupakan langkah nyata sinergi kepedulian antara Jepang dan Bali dalam memperbaiki kelangsungan ekosistem hutan di Indonesia, khususnya di Bali.

“Kegiatan ini juga sejalan dengan komitmen APP untuk mendukung perlindungan dan restorasi 1 juta hektar hutan di Indonesia,” lanjut Suhendra.

APP dengan pengalaman lebih dari 20 tahun di pasar Jepang berkomitmen untuk terus membantu upaya-upaya restorasi dan konservasi hutan di Indonesia. Selain itu, APP di Jepang juga telah melakukan penanaman 10 ribu pohon Meranti dengan masyarakat lokal di Riau, Sumatera yang bertujuan agar dapat memberikan inspirasi kepada mereka untuk melakukan penanaman pohon sejak dini. Penanaman ini didukung oleh The International Tropical Timber Organization (ITTO) dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan di Kuok Riau.

 

Foto: Beritasatu

Sumber Berita: RMOL

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *