a+csr-postimage-holidayinn_hotelscom

Belum banyak hotel berbintang yang serius memiliki komitmen dalam pengelolaan lingkungan sekitarnya. International Hotel Group (IHG) yang telah mengelola sepuluh hotel ternama di dunia, kini membuat terobosan di Indonesia dengan mengusung konsep Green Building. Memilih ekspansi di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, IHG menghadirkan Holiday Inn, hotel bintang empat yang akan menjadi trendsetter hotel di kawasan Kemayoran.

Rully Zulkarnain, General Manager Holiday Inn Jakarta Kemayoran, dengan antusias menjelaskan kepada Majalah CSR Indonesia seputar Green Building concept yang diusung. Menurutnya Kemayoran selama ini memang kurang populer untuk tujuan menginap para pebisnis maupun keluarga. Tentunya perlu dipikirkan strategi agar daya tariknya tidak melulu berupa akomodasi seperti hotel lainnya. Di sinilah konsep environment earth friend menjadi nilai lebih dari sebuah konsep hotel. Di Amerika, Eropa, Australia dan Jepang yang telah menerapkan konsep serupa, hal ini telah menjadi keunggulan.

“Jadi konsepnya seperti itu, untuk long term investment tidak hanya short term investment. Investasi kecil untungnya sekarang, sedangkan investasi besar five to ten years again you will save the money, itu konsep awalnya”, ungkap Rully ketika disambangi CSR Indonesia di Holiday Inn Jakarta Kemayoran.

Bukan hanya itu, Rully juga mengemukakan keprihatinannya akan kondisi lingkungan Jakarta yang sudah sangat buruk. Ia melihat telah banyak program lingkungan yang disiapkan BPLHD Jakarta, sayangnya banyak dari program ini hanya menjadi wacana. Tidak jarang program-program tersebut dirancang dengan melibatkan kelompok-kelompok kecil seperti LSM, atau perusahaan besar. Tapi ketika pihak swasta telah siap bekerja sama justru pemerintahnya yang mendadak melempem. Faktor ini pula yang menurut Rully mendorong Holiday Inn Jakarta Kemayoran memiliki konsep sendiri untuk menjaga lingkungannya.

Holiday Inn senantiasa mencoba untuk mempromosikan keberadaan hotel yang baru dibuka 1 Maret 2014 ini agar bisa memberikan sumbangsih atau pembelajaran kepada para developer kedepannya untuk peduli terhadap lingkungan.

Menangkap dan Mendaur Ulang Air

Chief Engineering Holiday Inn Jakarta Kemayoran, Slamet Riyadi, menceritakan bahwa hotel ini memang sudah disiapkan dengan konsep green building diantaranya dengan pemasangan alat pengganti boiler untuk menekan gas buangan dan menggantinya dengan teknologi panel surya untuk memanaskan air mandi juga laundry. Untuk cadangan air sendiri, Holiday Inn Jakarta Kemayoran memanfaatkan air hujan dengan membuat sistem rain water colection, yang mampu menampung air hujan ke dalam bak penampungan yang berkapasitas 60.000 meter kubik. Yang kemudian diolah lagi untuk keperluan lain seperti penyiraman dan flushing toilet, dan tidak kalah penting Holiday Inn mendaur ulang air yang telah digunakan dengan sistem filterisasi sehingga bisa dimanfaatkan kembali untuk penyiraman dan flushing toilet.

“Kami menampung 60.000 meter kubik tampungannya, perhari sekitar 20 meter kubik air hujan. Setelah di daur ulang hasilnya kita filter lagi lalu masuk ke ground tank dan dipergunakan untuk kebutuhan hotel, kita sudah memastikan air ini sudah bagus namun belum bisa dikonsumsi untuk minum”, terangnya.

Slamet melanjutkan, untuk meringankan kerja Air Conditioner (AC) dalam gedung setiap kaca yang ada di hotel ini telah di pasang penahan panas dari matahari, agar panas tersebut tidak masuk ke gedung dan mengurangi penggunaan listrik. Begitupula dengan lampu-lampu yang ada di hotel ini 80%-nya telah menggunakan lampu LED yang hemat energi bila dibandingkan dengan lampu hologen atau lampu lainnya, dan jam kerja lampu LED pun lebih panjang 10.000 jam atau bisa bertahan sekitar 5 tahun bila dibandingkan dengan lampu lain yang hanya 3 tahun. Selain itu pendingin yang dimanfaatkan Holiday Inn Jakarta Kemayoran sudah di setting dari perusahaan dengan sistem saving, bekerja hanya untuk mendinginkan sesaat namun sudah bisa sebanding dengan AC yang biasa dipakai dengan sistem centrifugal.

Holiday Inn Tekan Pembuangan Sampah

Tidak hanya penghematan energi di dalam gedung yang diterapkan Holiday Inn, ada pula program food savety management system. Yaitu pencarian pemasok bahan makanan yang jarak tempuhnya tidak terlalu jauh demi menekan produksi emisi atau polusi. Begitu pula dalam memilih pegawai, Holiday Inn memprioritaskan yang berdomisili tidak terlalu jauh dari hotel.

Kontribusi lain dari Holiday Inn dalam menjaga lingkungan dengan mengontrol jumlah sampah yang dihasilkan hotel. Program yang diaplikasikan dengan mendata, menimbang semua sampah sebelum di buang ke TPA ini, bertujuan mengontrol agar sampah yang dihasilkan dari hotel tidak melebihi dari produksi sesuai jumlah tamu yang menginap. Dari program ini setiap bulan pihak Holiday Inn menginput data seperti sampah sampai pemakaian energi yang telah distandarkan, sehingga jika ada penggunaan energi yang terlalu tinggi maka akan ada tanda merah sebagai teguran.

“Untuk sampahpun seperti itu, jadi setiap program ada monthly report di mana Chief Engineer harus meginput data penggunaan energi listrik, air dan gas kedalam report itu setiap hari. Semua itu terukur dan teraudit”.

Diamini Rully perhatian terhadap lingkungan tidaklah gampang, perlu adanya komitmen di dalam manajemen dan perusahaan. Di Eropa sendiri sudah dilakukan 10-20 tahun yang lalu baru diturunkan ke Asia dan Indonesia. Ia berharap pemerintah terutama Pemprov Jakarta mulai melirik dan menghimbau agar semua perusahaan atau gedung bahkan sekolah mulai menerapkan konsep green building juga. Paling tidak pemerintah bisa memberikan insentif atau pengakuan terhadap perusahaan, hotel maupun bangunan yang sudah menjalankannya.

“Tapi paling tidak ada pengakuan bahwa kita the 1st, 2nd, 3rd building yang ramah lingkungan atau insentif kedepannya. Jadi ada insentif-insentif yang diberikan pemerintah untuk menarik para swasta agar lebih ramah lingkungan”.

Foto: Hotels.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *