Ramadhan Sebentar Lagi, Pasokan Pangan Aman Nggak Nih?

Ketersediaan bahan pokok (bapok) menjadi hal yang diperhatikan menjelang bulan Ramadhan pada April. Namun tidak perlu khawatir karena pemerintah menyatakan pasokan pangan dijamin aman hingga Lebaran.

Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian (Kementan), Agung Hendriadi mengatakan kebutuhan terhadap 11 bahan pokok dipastikan terpenuhi, yang terdiri dari beras hingga minyak goreng.

"Jadi kita akan selalu memantau produksi pangan kita khususnya 11 bahan pokok. Itu mulai dari beras sampai dengan minyak goreng. Itu kondisinya di prognosa kita sampai dengan bulan Mei, Mei kan Lebaran ya, sampai setelah Lebaran lah itu kondisinya sangat aman," kata Agung saat dihubungi detikcom, Minggu (7/3/2021).

Agung mengatakan stok akhir Desember ada sekitar 7 juta ton, baik yang di Bulog, di penggilingan, maupun di pedagang. Kemudian rencana produksi sampai Mei diperkirakan sekitar 18 juta ton. Totalnya sekitar 25 juta ton hingga Mei nanti.

Sementara kebutuhan konsumsi hingga Mei diperkirakan hanya sebesar 13 juta ton. Artinya masih ada stok yang mencukupi.

"Yang mau kita makan dalam 5 bulan itu kan hanya 2,5 dikali 5 bulan, kira-kira 12, ya taruhlah kira-kira 13 juta ton. Berarti masih ada stok di akhir bulan Mei aman kondisinya," tambah Agung.

Untuk memastikan kecukupan stok, pendidikan membuka opsi impor terhadap sejumlah komoditas. Pemerintah berencana mengimpor daging sapi/kerbau sebanyak 154.398 ton untuk menjaga keamanan stok di bulan Ramadhan agar tidak terjadi kelangkaan. Periode impor berlangsung hingga Mei.

Sementara dalam 1 tahun ini impor daging sapi diperkirakan mencapai 281.867 ton. Daging yang diimpor berasal dari Brasil dan Meksiko.

"Sudah ada perencanaan kapan harus masuk supaya tidak ada kelangkaan," kata Agung.

Selain daging, hingga Mei pemerintah juga akan mengimpor beberapa bahan pokok lainnya, yaitu bawang putih 257.824 ton, berdasarkan rata-rata impor dalam 3 tahun (2017-2019). Pemerintah juga akan mengimpor gula pasir sebanyak 646.944 ton hingga Mei.

"Di bawah koordinasi Kemenko Perekonomian kita sudah membuat prediksi berapa harus impor, dan kapan harus masuk sehingga perkiraannya supaya pemenuhan di bulan Ramadan itu aman," sebut Agung.

"Memang untuk daging sapi, bawang putih, kemudian gula memang sebagian masih membutuhkan impor," tambahnya.

Harga cabai di pasaran sejumlah wilayah di Indonesia melonjak. Pedasnya harga cabai disebabkan oleh kemunduran panen dan cuaca ekstrem. Namun sebelum Ramadhan, harga komoditas pangan tersebut dipastikan akan turun ke harga wajar.

"Insyaallah mulai turun, dan menjelang Ramadhan, Idul Fitri mudah-mudahan sudah bisa kembali, ya kembali di bawah (harga) kayak kemarin sih nggak, mungkin, karena kasihan juga petani kan. Ya paling nggak secara wajar kembali ke harga wajar," kata Agung.

Dia menjelaskan bahwa cuaca ekstrem mempengaruhi komoditas tersebut, di samping itu juga pada Desember lalu harga cabai sempat jatuh. Itu membuat petani enggan menanam kembali.

"Akhirnya agak mundur tanamnya, sudah mundur tanamnya (ditambah) cuaca ekstrem," sebutnya.

Namun berdasarkan perkiraan, akan terjadi panen di 20 Maret ini. Itu diharapkan membuat harga cabai lebih stabil.

"Cabai ini memang ada sedikit kemunduran panen, mudah-mudahan tanggal 20 ini, saya tanya kepada para asosiasi petani cabai, 20 (Maret) ini kayaknya panen sudah mulai," tambah Agung.

(Source: https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5484802/ramadhan-sebentar-lagi-pasokan-pangan-aman-nggak-nih?single=1)