Within the past month, we have seen the widespread impact of COVID-19 on families, local businesses and communities — but we also have heard stories from our eBay community lending a helping hand where they can during these extraordinary and challenging times. 

Around the world, eBay sellers are galvanizing to support their fellow neighbors and community by offering deals at checkout, making charitable donations to virus relief efforts and sharing tips to stay safe, informed and connected.

We wanted to showcase these individual acts of kindness and our sellers’ perseverance through a weekly Mini Stories column. Read on below to see how one of our sellers is paying it forward during this unprecedented time. 

Pelarangan pembakaran lahan melalui UU dan peraturan lainnya di satu sisi jika ditegakkan sangat efektif mengurangi kebakaran hutan atau lahan, namun di sisi lain mengancam masyarakat lokal yang melakukan pertanian dengan membakar lahan pada tahap persiapan budidaya.

Meskipun ada pengecualian dalam peraturan, pada kenyataannya para petani di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat, terutama desa-desa tempat dilakukan studi tidak berani melakukan pembakaran karena ketakutan dengan ancaman sanksi. Hal ini disebabkan karena aturan pelaksana atau aturan teknis tentang pengecualian kebolehan membakar untuk persiapan lahan bagi petani masih belum ada. Aparat pemerintah dari tingkat kabupaten sampai desa tidak berani memberikan ijin resmi pembakaran lahan untuk persiapan musim tanam.

BAB I PENDAHULUAN

 

1.1 LATAR BELAKANG

Kebakaran lahan dan hutan di sejumlah wilayah di Indonesia rutin terjadi setiap tahun menjelang musim kemarau. Tahun 2015 bisa jadi merupakan tahun terburuk dalam kasus kebakaran lahan. Areal lahan yang terbakar mencapai luasan 1,7 juta ha (BNPB, 2015), sementara kerugian ekonomi yang ditimbulkan diperkirakan mencapai USD $14 milyar - USD $20 milyar (CIFOR, 2015). Belum lagi korban jiwa, dampak terhadap kesehatan dan reputasi Indonesia di kawasan Asia Tenggara. Pemerintah sebagai pihak yang paling concern dalam penanggulangan bencana kebakaran lahan dan hutan, secara sendiri-sendiri maupun kerja sama antarlembaga dengan membentuk taskforce telah menyelenggarakan banyak program.

CSR selalu dianggap sebagai bagian dari cara perusahaan untuk mendapatkan keuntungan. Karena ia tidak lepas dari kegiatan bisnis perusahaan. Sayangnya, masih banyak CSR dipraktikkan mengikuti prinsip ekonomi dengan modal sekecil-kecilnya untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya. Prinsip tersebut dianggap sebagai kebenaran yang tak perlu ada pembuktian, meskipun dalam realitanya prinsip ini sulit diwujudkan. Apalagi bila kita menginginkan standard dan kualitas produk setara dengan biaya yang dikeluarkan. Di Indonesia, model praktik CSR seperti itu masih sering dijumpai. Mengapa itu semua dilakukan? Karena mudah, murah, dan reputasi perusahaan dianggap cepat terdongkrak dengan liputan media yang kadang lebih besar sumberdaya yang digunakan (baca:uang) daripada bantuan yang diberikan perusahaan tersebut.