a+csr-postimage-pendidikan_trakindo

Pengembangan pendidikan berkarakter, menjadi fokus kegiatan tanggung jawab sosial (CSR) Trakindo. Lewat program itu, perusahaan yang berdiri pada 1970 dan telah memiliki lebih dari 65 cabang di seluruh negeri mulai yang terbentang dari Sumatera hingga ke Papua, ingin mengembangkan model pendidikan yang tidak melulu menyoal kemampuan kognitif belaka, namun menyeimbangkan antara ilmu pengetahuan dan akhlak.

Program itu, seperti dijelaskan CSR Senior Trakindo Candy Sihombing, cocok dengan misi pendiri Trakindo Mr AHK Hamami. Candy berpendapat, untuk menuju Indonesia yang lebih baik kecakapan ahlak juga diperlukan, selain kecakapan kognitif.

Pada periode 2012-2013, Trakindo telah memberikan Bantuan Pendidikan bagi 40 Sekolah Dasar Negeri di seluruh Indonesia dan Program Pendidikan Alat Berat (COOP) bagi 10 SMK Negeri dan 5 Politeknik di Indonesia. Program dilakukan sesuai dengan perencanaan yang dilakukan. Saat ini, lebih dari 13.000 murid dan seribu guru telah merasakan manfaatnya, ujar Candy. Tidak hanya itu, Trakindo juga telah merenovasi lebih dari 500 ruangan kelas sekolah di Indonesia yang dilakukan secara berkala dan berkesinambungan.

Meskipun saat ini, program itu telah berhasil menyiapkan 2000 peserta didik yang siap kerja, namun saat pelaksanaannya bukan berarti tanpa masalah. “Kendala yang biasanya dihadapi adalah lemahnya komitmen dari beberapa pemangku kepentingan akibat sistem yang ada. Misalnya, sistem mutasi di sekolah baik di SD maupun SMK yang mendapat bantuan,” ungkap Candy.

Mutasi yang terjadi menurut Candy, membuat proses sosialisasi harus dilakukan berulang-ulang, karena pejabat yang semula sudah berkomitmen untuk melaksanakan program dimutasi ke tempat lain. Belum lagi persoalan belum optimalnya pelaksanaan program yang telah disepakati oleh pejabat sebelumnya.

Program pendidikan tersebut, dijalankan berdampingan dengan program kegiatan CSR Trakindo lainnya seperti kesehatan, lingkungan dan bantuan kemanusiaan. Untuk lingkungan, Trakindo berkomitmen pada upaya konservasi energi, penanganan polusi, air dan sampah melalui program kampanye hemat energi, hemat air dan hemat kertas.

Sementara itu, untuk keselamatan kerja yang juga menjadi bagian dari prioritas utama Trakindo, perusahaan itu berupaya mengembangkan sendiri standar keselamatan dan kesehatan kerja, yang diklaim Candy, telah disesuaikan dengan berbagai standar yang ada sehingga mudah diimplentasikan dilapangan.

“Misalnya Program pencegahan HIV/AIDS di tempat kerja, donor darah, dan 1 juta jam kerja tanpa Lost Time Injury (LTI),” tutur Candy.

Trakindo menjadikan bantuan kemanusiaan sebagai pilar keempat CSR-nya. Candy beralasan, program itu merupakan kontribusi Trakindo mengingat sejumlah daerah di Indonesia merupakan daerah rawan bencana sekaligus upaya untuk meringankan beban masyarakat yang menjadi korban. Bentuknya tutur Candy, dalam bentuk bantuan alat, dana ataupun pemberdayaan masyarakat untuk memulihkan kondisi korban paska bencana.

Semua program yang dijalankan itu bermula dari self assessment. Seperti menguji bagaimana kesesuaian program CSR dengan visi dan strategi perusahaan. Penilaian juga dilakukan terhadap sumber daya manusia, pelaksana program dan akuntabilitas, agar program bisa terlaksana dengan baik.

Tidak hanya itu, Trakindo juga menilai penerima manfaat program untuk CSR. Misalnya saja saat Trakindo hendak menjalankan program Bantuan untuk 40 Sekolah Dasar Negeri (SDN) di berbagai daerah. Saat itu menurut Candy, dalam prosesnya, Trakindo menilai bagaimana komitmen sekolah dan Dinas Pendidikan Daerah setempat dalam meningkatkan standar pendidikan sekolah, guru maupun muridnya.

Seluruh program yang dijalankan Trakindo, selalu dievaluasi secara periodik dengan melibatkan mitra pelaksana dari program itu, untuk mengukur sejauh mana dampak dari program terhadap sasaran penerima manfaat sekaligus untuk perbaikan aspek yang dinilai masih kurang. Selain evaluasi secara mandiri, Trakindo juga melibatkan pihak ketiga yang independent agar hasil yang diperoleh bisa lebih objektif.

Karyawan pun dilibatkan Trakindo, terutama karyawan yang berada di lokasi berlangsungnya kegiatan, terutama agar setiap pihak merasa memilki dan menjadi bagian dalam program CSR. Candy menyatakan, Trakindo menekankan kepada setiap karyawan untuk secara tulus menjiwai apa yang menjadi core values perusahaan, terutama saat terlibat dalam kegiatan CSR.

Saat disinggung mengenai hadirnya regulasi mengenai CSR di sejumlah daerah, Candy berpendapat Trakindo selalu berkomitmen dalam membantu program pemerintah dengan menitik-beratkan pada pembangunan berkelanjutan melalui pendidikan berkarakter untuk generasi penerus bangsa ini.

“Prinsipnya Trakindo selalu mendukung pemerintah, namun kehadiran CSR Kami bukan untuk menggantikan peran pemerintah terutama menyangkut pembangunan, karena itu adalah tugas dari Pemerintah, baik Pusat maupun Daerah”, ungkap Candy.

Trakindo berharap, program CSR yang dijalankannya bisa menjadi inspirasi bagi semua kalangan, baik pemerintah, sekolah maupun perusahaan lainnya terutama untuk menciptakan generasi penerus yang berkualitas dan berkarakter di Indonesia.

ISO 26000 diklaim Candy, menjadi standar yang diterapkan oleh Trakindo, dimana kegiatan CSR tidak hanya terbatas pada program pemberdayaan masyakat, lingkungan hidup, kesehatan dan keselamatan kerja semata. Trakindo memandang aspek tata kelola perusahaan, isu konsumen, anti suap dan diskriminasi adalah hal-hal yang sangat penting yang harus diperhatikan dan dijalankan oleh setiap perusahaan. Hal-hal inilah yang juga menjadi acuan penting bagi seluruh karyawan Trakindo dan sejauh ini, menurut Candy telah berhasil dijalankan dengan baik.

Sebagai private company dan anggota dari United Nations Global Compact (UNGC), Trakindo telah membuat laporan keberlanjutan dalam Communication on Progress (COP). Hingga memasuki usia lebih dari 40 tahun, kegiatan CSR perusahaan itu di klaim Candy telah bersentuhan dengan sepuluh prinsip United Nations Global Compact terutama dalam bentuk kepatuhan terhadap regulasi, tata kelola perusahaan yang baik, praktek bisnis beretika, kepuasan pelanggan dan anti diskriminasi serta anti suap.

1 Comment

  1. Sukarman says:

    Sangat bagus program csr trakindo, klo boleh usul program csr pendidikan bisa lebih ditingkatkan untuk pemberian buku2 pelajaran bagi siswa, baik sd,smp dan sma, terimakaaih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *