L’ORÉAL Canangkan Program Pembangunan Berkelanjutan 2030

Print

L’Oréal, pada Senin (29/6/2020) meluncurkan “L’Oréal for the future”. Ini merupakan bagian dari program L’Oréal Group untuk pembangunan berkelanjutan hingga tahun 2030. Dengan berkembangnya tantangan lingkungan dan sosial, L’Oréal mempercepat transformasi perusahaan menuju model bisnis yang pro planet serta memperkuat komitmen pembangunan berkelanjutan dan inklusinya.

Beberapa transformasi bisnis yang dilakukan adalah:

Selain itu, perusahaan turut menyelesaikan tantangan-tantangan dunia dengan mendukung kebutuhan sosial dan lingkungan yang mendesak. Dukungan itu dilakukan sejak Mei 2020 berupa:

Untuk membantu konsumen mengikuti kebijakan bekelanjutan, L’Oréal telah mengembangkan mekanisme yang dinamakan Product Environmental & Social Impact Labelling, dengan skala nilai A sampai E. Pengembangannya didukung oleh ahli-ahli sains independen dan diverifikasi oleh auditor independen yang secara bertahap akan diberlakukan kepada semua merek dan kategori.

“Revolusi pembangunan berkelanjutan L’Oréal telah memasuki era baru. Tantangan-tantangan yang dihadapi oleh planet saat ini belum pernah terjadi sebelumnya,” cetus  Jean-Paul Agon, Chairman dan CEO L’Oréal. Kondisi ini menurut Agon menjadi sangat penting untuk mempercepat upaya pelestarian tempat tinggal (bumi) yang aman bagi kemanusiaan.

“Kami menerapkan upaya ini dalam operasional bisnis sebagai kontribusi kepada masyarakat luas. Kami memahami bahwa tantangan-tantangan besar lainnya akan datang dan L’Oréal akan terus setia pada ambisinya: berbisnis dalam batasan-batasan kemampuan planet,” imbuhnya.

Transformasi bisnis L’Oréal untuk menghormati “batasan-batasan planet”

“Batasan-batasan planet” adalah batasan-batasan, yang apabila dilewati, akan membahayakan kapasitas Bumi sebagai habitat manusia. Dengan menghormatinya berarti menghargai batasan ekosistem aman bagi kemanusiaan, yang menjadi prioritas L’Oréal untuk menerapkannya hingga dekade-dekade mendatang.  

Dalam hal ini L’Oréal sudah menangani tiga isu lingkungan besar lain, yaitu pelestarian keanekaragaman hayati, manajemen air berkelanjutan dan penggunaan sumber daya sirkular. Tujuannya untuk memastikan perilaku bisnis yang menghargai planet dengan sumber daya yang terbatas.

L’Oréal tidak hanya fokus mengurangi dampak langsung bagi lingkungan, melainkan juga mengurangi dampak seluruh aktivitasnya. Termasuk dari sisi pemasok dan konsumen.

Contoh nyata dari pencapaian yang ingin diraih L’Oréal: pada tahun 2025, seluruh manufaktur, kantor administratif dan riset grup bisnis akan mencapai karbon netral dengan meningkatkan efisiensi dan menggunakan 100% energi terbarukan. Melalui komitmen ini, L’Oréal berharap untuk berkontribusi pada transisi energi di negara-negara tempat perusahaan beroperasi.

Memberdayakan konsumen L’Oréal untuk membuat pilihan yang berkelanjutan

 L’Oréal memandang bahwa membangun ekosistem bisnis (klien, pemasok, konsumen) adalah bagian dari tanggung jawab perusahaan. Untuk membantu 1,5 miliar konsumen membuat pilihan yang lebih berkelanjutan, L’Oréal telah mengembangkan mekanisme Label Produk Lingkungan & Dampak Sosial.

Mekanisme label akan menggunakan nilai A sampai E, dengan “A” untuk produk yang dinilai “terbaik” berdasakan dampak lingkungan dan sosial. Metode tersebut disetujui oleh ahli sains dan seluruh data telah diverifikasi oleh Bureau Veritas Certification, auditor independen. Label dan nilai akan tersedia pada halaman produk.

Merek pertama yang akan menerapkan metode baru pada tahun 2020 adalah Garnier untuk produk perawatan rambut. Label ini akan diterapkan secara progresif ke seluruh negara dan kategori.

L’Oréal Indonesia, salah satu anak perusahaan L’Oréal global, telah menunjukkan perkembangan besar pada pencapaian program berkelanjutan di seluruh wilayah operasional. Untuk skala Indonesia beberapa kebijakan bisnis yang sudah direalisasikan :

“Di L’Oréal, kami telah me-redefinisikan operasional kami,” tegas  Umesh Phadke, Presiden Direktur, L’Oréal Indonesia. Pihaknya, lanjut Umesh, tidak lagi menjalankan bisnis seperti biasa. Hal itu karena perusahaan menyadari, pembangunan berkelanjutan akan mendorong inovasi. Apabila diimplementasikan  dalam strategi dan proses pengambilan keputusan, perusahaan memiliki kapasitas untuk berkembang dan menyelesaikan banyak permasalahan yang mendesak.

(Source: https://majalahcsr.id/loreal-canangkan-program-pembangunan-berkelanjutan-untuk-2030/)