Kebijakan Pro Lingkungan di 100 Hari Pertama Presiden Amerika

Print

Sudah menjadi rahasia umum jika Presiden Amerika Serikat (AS) ke-45, Donald Trump, kurang akur dengan para pegiat lingkungan. Kebijakannya dinilai lebih mengedepankan pertumbuhan ekonomi dibandingkan kebijakan iklim. Salah satu yang paling kontroversial adalah saat AS di bawah kepemimpinannya memutuskan keluar dari Paris Agreement atau kesepakatan iklim Paris 2015 pada Juni 2017 lalu.

Namun ada asa berbeda dengan presiden yang baru terpilih, Joe Biden. Pemerintah AS dituntut kembali  komitmennya untuk peduli pada lingkungan. Setidaknya dalam 100 hari pertama masa pemerintahan, seperti dikutip dari Greenbiz, Joe Biden diharapkan akan melakukan berbagai kebijakan yang pro lingkungan.

Meskipun demikian, berbagai eksekusi kebijakan Biden diprediksi bakal terbatas dan tak akan mulus-mulus saja termasuk soal iklim. Pasalnya, partai pengusungnya, Demokrat, gagal menjadi mayoritas di kursi parlemen.  

Sebagai negara adidaya, kebijakan iklim Amerika selalu menjadi sorotan pihak lain. Hal ini pula yang mendorong pemerintahan baru AS untuk secepatnya merealisasikan kebijakan tersebut. Adapun poin kebijakan yang diharapkan dilakukan adalah:

Hal-hal prioritas tersebut yang diharapkan untuk bisa dilaksanakan Joe Biden dalam 100 hari awal kepemimpinannya. Mungkin hal ini bisa juga ditiru di Indonesia. Mungkin saja.

(Source: https://majalahcsr.id/kebijakan-pro-lingkungan-di-100-hari-pertama-presiden-amerika/)