Kita Perlu "Green Transition" Setelah Wabah Covid-19

Print

 

"Kepemimpinan yang berani" yang ditunjukkan oleh Uni Eropa terkait dengan komitmen dalam European Green Deal, bahkan sembari menangani pandemi virus corona mendapat perhatian dari Chief Executive GRI, Tim Mohin.

 

Melalui tulisan yang dimuat di EURACTIV (April 15 - COVID crisis reinforces need for governments to go green), Mohin merlihat ada 3 tanda bahwa rencana Green Deal, yang didalamnya termasuk rencana inverstasi berkelanjutan senilai €1 Triliun berjalan sesuai target:

 

Pernyataan Tim Mohin:

            Telah dipastikan bahwa, bahkan saat kita sedang menangani virus corona, European Commission memiliki pandangan untuk melanjutkan Green Deal, yang diposisikan sebagai kerangka kerja untuk membangun kembali ekonomi yang terdampak pandemi.

            Dengan komunitas internasional yang bersatu untuk melawan COVID-19, kerjasama antara sektor publik dan swasta menjadi hal yang sangat penting. Dan ketika dunia bangkit dari krisis ini, kita perlu melanjutkan kolaborasi dalam pembangunan berkelanjutan yang lebih baik dan inklusif.

           Para pemimpin di Eropa perlu dipuji untuk komitmen mereka untuk transisi hijau ini. Sekarang, kepemimpinan yang berani inilah yang sangat dibutuhkan, bahkan lebih dari yang sebelumya.

 

GRI sebelumnya telah menjelaskan pentingnya rencana European Commission untuk memperkuat Non-Financial Reporting Directive dalam alur kerja ekonomi berkelanjutan dari Green Deal. Hal ini sekaligus menjelaskan hubungan yang jelas antara membuka efek dari korporasi dan mendorong praktik bisnis berkelanjutan.

 

(diterjemahkan dari: https://www.csrwire.com/press_releases/44774-We-Need-a-Green-Transition-After-COVID-19)