APPRI: Hadapi Pandemi COVID-19 Perusahaan PR Harus Bersinergi, dan Bertransformasi

Ketua Umum Asosisasi Perusahaan PR Indonesia Periode 2020 - 2023, Jojo S. Nugroho. Foto : Istimewa/APPRI

 

Dampak luar biasa pandemi COVID-19, sudah dirasakan oleh warga dunia termasuk Indonesia. Pandemi ini sedikit banyak mengubah perilaku masyarakat, termasuk perilaku dalam berbisnis. Work from home dan physical distancing yang wajib ditaati warga, membuat platform bisnis didorong ke arah digital. Pertemuan bisnis, rapat koordinasi, bahkan transaksi perusahaan lebih mengandalkan dunia digital atau media daring. Lalu, bagaimana dengan bisnis jasa pelayanan yang juga termasuk konsultan kehumasan?   

Menyikapi pandemi Covid-19, Asosiasi Perusahaan PR Indonesia (APPRI) menyerukan para perusahaan konsultan kehumasan atau Public Relations (PR) agar mulai berpikir untuk melakukan transformasi bisnis. Tranformasi dimaksud dari cara-cara konvensional menjadi digital. Kampanye kehumasan yang mungkin bersifat luring diubah dengan lebih banyak menggunakan platform daring.

Hal ini disampaikan Ketua Umum APPRI Jojo S. Nugroho saat Rapat Anggota Tahunan (RAT) secara daring, Kamis (16/4/2020) malam. RAT APPRI ini sekaligus secara aklamasi memilih kembali Jojo S. Nugroho, Managing Director Imogen PR sebagai Ketua Umum APPRI untuk periode 2020 – 2023. Selain itu 32 perusahaan PR anggota asosiasi juga sepakat memilih Executive Director ID Comm Sari Soegondo sebagai Wakil Ketua Umum.

Dalam sambutannya Jojo menyoroti resesi ekonomi yang mungkin akan berpengaruh pada bisnis jasa konsultan kehumasan. Menurutnya, masa pandemi Covid-19 ini adalah periode yang sulit bagi semua bisnis, termasuk bisnis jasa konsultan yang terkait erat dengan kegiatan perusahaan klien.

“Di masa seperti ini perusahaan PR harus saling mendukung satu sama lain agar dapat melewati periode krisis ini dengan baik, lewat berbagai aksi kolaborasi,” cetus Jojo.

Sementara, Sari Soegondo menambahkan, dampak wabah global Covid-19 memang tidak terelakkan bagi bisnis. Namun, di sisi lain, justru kepakaran komunikasi dan kehumasan menjadi elemen yang begitu penting dan strategis di saat krisis melanda.

Sari melihat ada kesempatan besar bagi perusahaan PR di tengah situasi ini. Kebutuhan dan tuntutan akan kiprah para profesional di bidang komunikasi dan kehumasan, di segala bidang usaha, di segala sektor, dan di segala lini pembangunan saat ini semakin tinggi.

“Di masa krisis global sekarang semua institusi perlu terus menjadikan dirinya relevan dan adaptif dalam merespon Covid-19. Mereka perlu terus menjaga ekosistem usahanya dan tetap memastikan hubungan dengan para pemangku kepentingannya berjalan mantap, sambil bersama-sama keluar dari tekanan akibat pandemi,” imbau Sari.

Terkait amanah Wakil Ketua yang diberikan anggota asosiasi pada dirinya, Sari berharap dapat membantu membangun APPRI untuk terus menjadi wadah yang produktif bagi perusahaan-perusahaan kehumasan lokal untuk meningkatkan solidaritas, memperkuat jejaring dan praktiknya, serta membangun kapasitas para tenaga profesionalnya.

 

(source: https://majalahcsr.id/appri-hadapi-pandemi-covid-19-perusahaan-pr-harus-bersinergi-dan-bertransformasi/)