Bukan Saatnya Pamer Kemewahan Saat Rayakan Lebaran 2020

 

Perencana keuangan dari Advisors Alliance Group Indonesia Andy Nugroho tanpa THR dia menyarankan jangan terlalu bermewah-mewahan dalam merayakan Lebaran. Dia menegaskan pengeluaran harus difokuskan untuk kebutuhan pokok, makanan sehat, suplemen, dan kuota internet.



Terlebih lagi di tengah pandemi Corona, THR masih belum jelas cair atau tidak. Pemerintah sendiri sudah memastikan THR harus dibayarkan, namun apabila pengusaha kesulitan diminta untuk membayar THR dicicil ataupun ditunda.

"Menurut saya Lebaran tahun ini lebih baik menahan diri dari bermewah-mewahan dulu. Prioritas utama ya tetap pada makanan sehat dan suplemen, serta kuota internet karena banyak ini kegiatan lebaran pakai gadget," papar Andy kepada detikcom, Minggu (10/5/2020).

Dia menegaskan, saat Lebaran tidak usah banyak belanja. Dia mencontohkan untuk kebutuhan makanan dan kue lebaran misalnya, lebih baik tidak berlebihan.

"Daripada belanja macam-macam, mending kita penuhi kebutuhan utama saja. Kalau kita beli kue dan makanan ya cukup keluarga kecil di rumah aja, tidak berlebihan," jelas Andy.

Andy justru menilai dalam merayakan Lebaran tahun ini baik ada THR maupun tidak ada, bahkan gaji dipotong sekalipun harusnya tidak ada masalah keuangan terjadi. Pasalnya, Lebaran tahun ini pun tidak akan seramai tahun lalu.

"Seharusnya, nggak ada isu ya karena walaupun THR ditunda dan beberapa orang gajinya dipotong, karena Lebarannya juga cukup di rumah aja jadi harusnya nggak banyak pengeluaran," kata Andy.

Andy juga menjelaskan setidaknya ada tiga pengeluaran Lebaran yang mesri dicoret tahun ini. Apa saja?

Andy menjelaskan bahwa Lebaran tahun ini akan berjalan dengan jaga jarak sosial ketat. Maka dari itu dia menyarankan agar pengeluaran transportasi mudik ditekan dahulu. Bahkan, kalau perlu tak usah dianggarkan sama sekali.

"Sepertinya lebaran tahun ini masih akan jaga jarak. Pertama saya sarankan jangan mudik dulu, pemerintah juga sudah imbau kan, nah ongkosnya bisa kita tekan. Malah harusnya nggak jadi pos pengeluaran dulu tahun ini," kata Andy.

Lebih lanjut, Andy menyarankan agar anggaran makanan dan membuat kue Lebaran harus juga ditekan. Pasalnya, dengan kondisi jaga jarak sosial ketat, silaturahmi dan bertemu secara langsung mungkin tidak akan dilakukan.

"Kemudian untuk biaya menyiapkan makanan dan segala macam menurut saya juga bisa ditekan juga. Dibuat lebih sesederhana dan sedikit mungkin, toh di kondisi begini juga nggak akan ada yang bertamu kan," jelas Andy.

"Masak ketupat dan teman-temannya juga lebih baik hanya untuk makan sendiri," sambungnya.

Terakhir, Andy menyarankan masyarakat tak perlu menyiapkan anggaran untuk membeli baju baru. Menurutnya tanpa bertamu ke sanak saudara percuma saja membeli baju baru.

"Termasuk juga menurut saya baju lebaran itu perlu atau nggak, kalau mau terapkan social distancing ya saya rasa nggak perlu. Kita beli baju lebaran tapi nggak nerima tamu nggak bisa pergi kemana-mana," ungkap Andy.

"Malah kita pakai buat video call doang kan ya nggak asik aja sih gitu beli baju baru," pungkasnya.

 

(Source: https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-5009632/bukan-saatnya-pamer-kemewahan-saat-rayakan-lebaran-2020?single)