Mengukur Literasi Keuangan Masyarakat di Tengah Pandemi

Kebingungan akan kondisi yang tidak menentu serta penuh dengan ketidakpastian pada situasi saat ini, memaksa kita untuk lebih bijak dalam menentukan setiap keputusan serta langkah yang akan diambil kedepannya. 

Utamanya, pada kondisi saat ini kita dituntut untuk dapat menyesuaikan diri dengan segala keadaan serta kondisi yang ada.

Banyak perubahan dan penyesuaian yang harus kita lakukan agar tetap dapat bertahan pada kondisi saat ini. Disadari atau tidak, perubahan dan penyesuaian tersebut telah banyak mengubah serta mempengaruhi kehidupan kita saat ini. 

Hal tersebut bisa dilihat dari berbagai aspek mulai dari kebiasaan, pekerjaan, hobi, serta kegiatan normal lainnya yang biasa kita lakukan sebelumnya. 

Perubahan serta penyesuaian tersebut utamanya terjadi pada hal-hal yang secara langsung memengaruhi kehidupan kita. Salah satunya adalah dalam hal keuangan atau finansial.

Kondisi pandemi atau situasi saat ini sangat memengaruhi kebiasaan kita dalam melihat, mengatur serta membelanjakan uang yang kita miliki. 

Khusus bagi beberapa orang, kondisi yang ada saat ini merupakan titik balik mereka dalam memperbaiki literasi keuangan mereka. Karna bagi beberapa orang tersebut, kondisi yang ada saat ini merupakan pukulan bagi mereka karena telat dalam melakukan perencanaan keuangannya secara benar dan bijak.

Banyak orang yang pada kondisi normal tidak begitu peduli dengan kondisi keuangan atau finansialnya, tetapi pada saat ini mengalami kesulitan yang cukup membebani kehidupannya. 

Mereka yang dalam kondisi normal terbiasa setiap bulan menerima gaji tiba-tiba terkena PHK tanpa adanya jaminan pemasukan bulanan lagi. Ataupun juga mereka yang mendapat keuntungan setiap bulan dari bisnisnya, saat ini harus memikirkan pendapatannya yang menjadi tidak menentu.

Disadari atau tidak, pada saat-saat seperti ini literasi keuangan ataupun pemahaman tentang bagaimana cara mengatur keuangan pribadi dan keluarga menjadi sangat penting. 

Mungkin beberapa waktu ini kita jadi betul-betul memahami arti pentingnya dari dana darurat, investasi serta bagaimana cara untuk mendapatkan pemasukan tambahan. Terlambat mungkin bagi sebagian orang untuk benar-benar paham tentang pentingnya literasi keuangan.

Perlu diakui, masyarakat kita memang sedari kecil tidak pernah dibiasakan ataupun dikenalkan tentang literasi keuangan. Sejak kecil kita hanya terbiasa memegang uang hanya untuk jajan, sedangkan keputusan-keputusan tentang keuangan selalu dikendalikan orang tua. 

Disisi lain kita banyak melihat orang-orang tua kita yang gagal dalam melakukan perencanaan keuangannya di masa tua ataupun terjebak pada investasi yang salah ataupun tidak jelas lainnya.

Kondisi-kondisi terkait keuangan tersebut, tentu saja banyak membuat kita terjebak pada kondisi keuangan ataupun literasi finansial yang buruk. 

Banyak contoh dari kita yang mungkin berutang tanpa berhitung, investasi pada hal yang tidak jelas, dan yang paling buruk adalah tidak adanya rencana keuangan di masa yang akan datang. Jika dilihat, itu hanyalah sedikit contoh dari kesalahan kita dalam mengatur keuangan dan ketidakpahaman kita akan literasi keuangan.

Padahal saat ini akses-akses menuju informasi berbasis keuangan atau finansial sudah sangat mudah untuk dijangkau, bahkan hanya melalui ponsel pintar yang kita miliki pun kita sudah bisa mendapatkannya. 

Kenyamanan untuk berinvestasi dan kemudahan dalam mengakses serta mempelajari hal-hal yang berhubungan dengan literasi keuangan atau finansial merupakan dari banyaknya penawaran yang dilakukan oleh berbagai provider aplikasi keuangan di ponsel kita saat ini. 

Hal tersebut tentu merupakan salah satu keuntungan yang mungkin dimiliki generasi saat ini dibandingkan generasi sebelumnya.

Perlu diakui secara jujur memang, dalam hal keuangan ataupun finansial, masyarakat kita memang masih banyak yang belum teredukasi secara baik. 

Sifat yang ditumbuhkan sejak dahulu bahwa hal-hal terkait finansial dan keuangan yang bersifat tabu untuk dibicarakan membuat masyarakat tumbuh dengan literasi keuangan ataupun pengetahuan finansial yang buruk.

Literasi keuangan dan pengetahuan finansial yang buruk tersebut tentu akan berdampak besar pada kondisi-kondisi yang ada seperti halnya saat ini. Oleh karenanya penting bagi kita agar lebih teredukasi dalam hal finansial serta memperbaiki literasi keuangan kita. 

Agar kedepannya jika kita dihadapkan kembali pada kondisi-kondisi sulit seperti saat ini, kita masih memiliki kemampuan bertahan karena mampu mengatur keuangan kita secara baik, benar dan juga bijak.

 

(Source: https://www.kompasiana.com/ciehoey/5ed214a0097f365ac8230df2/mengukur-literasi-keuangan-masyarakat-ditengan-pandemi?page=all)